Product (Produk)
Pengertian
Produk
Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah kumpulan
dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya
kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi
penjualannya.
Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
Secara umum, pengertian produk
adalah jasa atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dengan kata lain, tanpa
adanya produk maka proses jual-beli tidak akan terjadi. Ada dua faktor yang menentukan
laku atau tidaknya suatu produk yaitu kualitas dan harga. Kedua faktor harus
diperhatikan dalam pembuatan suatu produk dan juga menentukan daya beli dari
konsumen.
Tingkatan Produk
Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu:
a. Core benefit : manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
b. Basic product : bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
c. Expected product : serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Augmented product : sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Potential : semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.
Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu:
a. Core benefit : manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
b. Basic product : bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
c. Expected product : serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Augmented product : sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Potential : semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.
Klasifikasi
Produk
Berdasarkan
Wujudnya, Produk dibagi menjadi 2 yaitu :
·
Barang : produk
yang berbentuk fisik, dapat disentuh,dipindahkan,dirasa,dipegang dan perlakuan fisik lainnya. Produk dalam wujud
barang lebih cenderung bersifat memanjakan mata dan menarik perhatian para
pembeli karena dinilai dari segi keindahan juga bentuk produk tersebut. Salah
satu kekurangan produk dalam wujud ini adalah kerusakan.
Klasifikasi Barang terbagi 3, yaitu:
Klasifikasi produk :
- Barang-barang yg tidak tahan lama
- Barang tahan lama
- Jasa
Klasifikasi barang
konsumen :
- Barang sehari-hari
- Barang belanja
- Barang khusus
- Barang tak dicari
Klasifikasi barang
industri :
- Bahan dan suku cadang
- Barang modal
- Layanan bisnis dan pasokan
Jasa merupakan produk yang tidak memiliki bentuk
(abstrak) yang berupa kegiatan atau aktifitas yang bermanfaat dan dapat
memenuhi kebutuhan konsumen.Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan
dengan suatu produk fisik. Contoh produk dalam bentuk jasa: Travel, Driver, OB
, pegawai dan lain-lain.
Empat
karakteristik jasa:
a. Intangibility (tak berwujud)
b. Inseparability (tak terpisahkan)
c. Variability (bervariasi)
d. Perishability (dapat musnah/tidak dapat disimpan)
Marketing Services
Sifat dan Karakteristik Service:
-Layanan intangibility
berarti bahwa jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, merasakan, mendengar, atau berbau
sebelum mereka membeli.
-Layanan ketidakterpisahan
berarti bahwa jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedia mereka, apakah penyedia adalah
orang-orang atau mesin.
-Variabilitas layanan
berarti bahwa kualitas pelayanan tergantung pada siapa yang memberikan mereka serta kapan, di mana, dan bagaimana mereka disediakan.
-Layanan rusaknya berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk kemudian dijual atau digunakan.
Brands (Merek)
Merek adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan
menimbulkan arti psikologis/asosiasi.
Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai
tambah yang diberikan pada produk dan jasa, dapat tercermin dalam cara konsumen
berpikir , merasa dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga,
pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan.
Model ekuitas merek, terdiri dari 5 komponen, menurut
BAV (brand asset valuator) :
- Diferensiasi – mengukur tingkat sejauh dimana merek dianggap berbeda dari merek lain.
- Energi – mengukur arti momentum merek.
- Relevansi – mengukur cakupan daya tarik merek
- Harga diri – mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati
- Pengetahuan – mengukur kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan merek.
Jenis-jenis merek
-Merek Dagang
-Merek Jasa
-Merek Kolektif
Positioning Strategy
Product
positioning berhubungan erat dengan segmentasi pasar karena penempatan produk
tersebut ditujukanmelayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian
strategi productpositioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk
menanamkan suatu citraproduk di benak konsumen sehingga produk tersebut
terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing.
-Perusahaan perlu mengkuti trend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi,
persaingan, sosial, dan ekonomi.
-Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
-Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya
pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi
ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar.
-Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian
memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan
harus menyesuaikan strateginya.