Minggu, 15 Desember 2013

Product, Service, and Brands : Building Customer Value



Product (Produk)

Pengertian Produk
Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.
Secara umum, pengertian produk adalah jasa atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dengan kata lain, tanpa adanya produk maka proses jual-beli tidak akan terjadi. Ada dua faktor yang menentukan laku atau tidaknya suatu produk yaitu kualitas dan harga. Kedua faktor harus diperhatikan dalam pembuatan suatu produk dan juga menentukan daya beli dari konsumen.



Tingkatan Produk
Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu:
a. Core benefit : manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
b. Basic product : bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
c. Expected product : serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Augmented product : sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Potential : semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.


Klasifikasi Produk
Berdasarkan Wujudnya, Produk dibagi menjadi 2 yaitu :

·                    Barang : produk yang berbentuk fisik, dapat disentuh,dipindahkan,dirasa,dipegang dan  perlakuan fisik lainnya. Produk dalam wujud barang lebih cenderung bersifat memanjakan mata dan menarik perhatian para pembeli karena dinilai dari segi keindahan juga bentuk produk tersebut. Salah satu kekurangan produk dalam wujud ini adalah kerusakan.
Klasifikasi Barang terbagi 3, yaitu:
Klasifikasi produk :
  • Barang-barang yg tidak tahan lama
  • Barang tahan lama
  • Jasa
Klasifikasi barang konsumen :
  • Barang sehari-hari
  • Barang belanja
  • Barang khusus
  • Barang tak dicari
Klasifikasi barang industri :
  • Bahan dan suku cadang
  • Barang modal
  • Layanan bisnis dan pasokan
        Jasa merupakan produk yang tidak memiliki bentuk (abstrak) yang berupa kegiatan atau aktifitas yang bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik. Contoh produk dalam bentuk jasa: Travel, Driver, OB , pegawai dan lain-lain.

Empat karakteristik jasa:
a. Intangibility (tak berwujud)
b. Inseparability (tak terpisahkan)
c. Variability (bervariasi)
d. Perishability (dapat musnah/tidak dapat disimpan)



Marketing Services

Sifat dan Karakteristik Service: -Layanan intangibility berarti bahwa jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, merasakan, mendengar, atau berbau sebelum mereka membeli. -Layanan ketidakterpisahan berarti bahwa jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedia mereka, apakah penyedia adalah orang-orang atau mesin. -Variabilitas layanan berarti bahwa kualitas pelayanan tergantung pada siapa yang memberikan mereka serta kapan, di mana, dan bagaimana mereka disediakan. -Layanan rusaknya berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk kemudian dijual atau digunakan.

Brands (Merek)


Merek adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.

Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa, dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir , merasa dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan.
Model ekuitas merek, terdiri dari 5 komponen, menurut BAV (brand asset valuator) :
  • Diferensiasi – mengukur tingkat sejauh dimana merek dianggap berbeda dari merek lain.
  • Energi –  mengukur arti momentum merek.
  • Relevansi – mengukur cakupan daya tarik merek
  • Harga diri – mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati
  • Pengetahuan – mengukur kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan merek.

Jenis-jenis merek
-Merek Dagang
-Merek Jasa
-Merek Kolektif

Positioning Strategy

Product positioning berhubungan erat dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukanmelayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi productpositioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citraproduk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing.

-Perusahaan perlu mengkuti trend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan   ekonomi.
-Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
-Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar.
-Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar